Satpol PP WH Temukan Penjualan Tuak dan Aktivitas ‘Remang-remang’

Beberapa wanita yang diamankan Satpol PP WH Aceh Tenggara, di lokasi razia. Selasa 17 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tenggara menemukan praktik penjualan minuman tradisional jenis tuak dan dugaan aktivitas remang-remang pada Sabtu, 14 Februari 2026 malam.

Penertiban yang dimulai sekitar pukul 19.45 WIB itu menyasar sejumlah titik yang selama ini diduga menjadi lokasi pelanggaran ketertiban umum dan syariat Islam, di antaranya kawasan Titi Panjang, Kecamatan Babussalam, serta wilayah Lawe Harum dan beberapa titik di Kecamatan Deleng Perkison.

Di kawasan Titi Panjang, petugas mendapati minuman jenis tuak yang diperjualbelikan secara terbuka.

Selain itu, empat perempuan yang berada di lokasi turut diamankan untuk didata dan diberikan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Satpol PP WH Aceh Tenggara, Ramisin, menegaskan bahwa peredaran minuman keras serta keberadaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi aktivitas remang-remang merupakan pelanggaran yang tidak dapat dibiarkan.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas yang melanggar aturan, khususnya peredaran minuman keras dan tempat-tempat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujar Ramisin kepada rahasiaumum.com, Selasa (17/02/2026).

Menurut dia, aktivitas tersebut dinilai meresahkan masyarakat serta bertentangan dengan peraturan daerah dan pelaksanaan syariat Islam di Aceh Tenggara.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan penertiban secara rutin dan berkelanjutan.(AFW016)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...