Kualasimpang. RU – Tiga komunitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang mengambil peran utama dalam mendorong pemulihan pembelajaran pascabanjir.
Ketiganya terdiri dari Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, melalui Sekretaris Muhammad Yani, mengatakan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan.
“Proses belajar mengajar mengalami ketertinggalan, sarana prasarana terdampak, dan ritme pembelajaran terganggu,” ungkap Yani, Senin (16/02/2026).
Ia menjelaskan, pimpinan dinas menggelar pertemuan bersama para ketua KKG, KKGO, dan MGMP se-Aceh Tamiang guna merumuskan langkah strategis menuju normalisasi kegiatan belajar setelah Lebaran.
Pertemuan tersebut turut didampingi pengawas sekolah serta sejumlah pejabat teknis, di antaranya Pengawas SD Nenti, Pengawas SMP Tuti, Koordinator Pengawas Pendidikan Razali, dan Kepala Bidang Kebudayaan Mustafa Kamal.
Kehadiran mereka mewakili bidang lain yang sedang menjalankan tugas luar daerah.
Dari hasil musyawarah disepakati pembelajaran normal kembali diterapkan usai Lebaran.
Pada pekan pertama Ramadan, masing-masing komunitas guru akan menggelar rapat internal.
Forum tersebut difokuskan pada penyusunan strategi percepatan materi guna mengejar ketertinggalan akibat banjir, dengan pendampingan aktif para pengawas.
“Langkah ini menunjukkan bahwa komunitas guru bukan sekadar forum formalitas, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan dalam pemulihan pendidikan. Semangat dan optimisme, semangat yang ditunjukkan oleh Kadisdikbud disambut dengan antusias oleh para guru,” ujarnya.
Kolaborasi antara dinas, pengawas, serta komunitas pendidik dinilai menjadi kekuatan besar untuk memastikan peserta didik kembali memperoleh layanan belajar optimal.
Yani menambahkan, sinergi antarorganisasi tenaga pendidik yang selama ini belum terbangun maksimal akan diperkuat melalui koordinasi berkelanjutan.
“Pak Kadis menekankan, semua komunitas ini untuk lebih bersinergi melakukan perekrutan anggota dan menjadikan komunitasnya sebagai ajang sharing bagi sesamanya yang bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang,” tukas Yani.(S011)














