Transformasi Digital Banda Aceh, Illiza: Apresiasi Datang dari Konsistensi

Pantauan monitor dari ruang command centre berkenaan dengan program Banda Aceh Smart City. Minggu 15 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Illiza Sa’aduddin Djamal memaparkan transformasi tata kelola pemerintahan serta penguatan pelayanan publik berbasis digital dalam sebuah program televisi nasional beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional yang diterima Banda Aceh bukan target utama pemerintah kota.

Capaian tersebut, kata dia, merupakan konsekuensi dari konsistensi kebijakan serta kerja bersama seluruh jajaran.

“Penghargaan itu bukan yang kami kejar. Yang kami pastikan adalah masyarakat mendapatkan layanan terbaik. Kalau itu berjalan baik, apresiasi akan mengikuti,” ujar Illiza, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Minggu (15/02/2026).

Menurut dia, perubahan sistem pemerintahan harus selaras dengan perkembangan teknologi.

Pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang kian dinamis.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Pemerintahan harus responsif, transparan, dan berbasis sistem,” katanya.

Illiza menjelaskan, penguatan infrastruktur digital menjadi fokus utama agar setiap kebijakan berjalan efektif dan terukur.

Pemerintah kota membangun mekanisme pemantauan yang memungkinkan evaluasi program berlangsung secara waktu nyata.

“Kami membangun sistem monitoring agar setiap program bisa dipantau secara real time. Dengan data, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat,” ucapnya.

Sejumlah langkah konkret telah dijalankan, antara lain optimalisasi Command Center, pengembangan Executive Dashboard untuk memantau kinerja perangkat daerah, peluncuran aplikasi Usaha Teman bagi pelaku UMKM, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial guna mendukung pelayanan publik.

Ia menekankan, digitalisasi bukan sekadar label kota pintar, melainkan instrumen untuk memperkuat akuntabilitas dan efisiensi birokrasi.

“Digitalisasi itu bukan gaya-gayaan. Ini tentang bagaimana pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terukur,” tegasnya.(TA019)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...