Sempat Dipenuhi Semak, Gedung Kesenian Manggeng Segera Dipugar

Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) tinjau gedung kesenian Manggeng, tepatnya di Gampong Seuneulop. Sabtu 14 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Gedung Kesenian Manggeng di Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng, yang dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) pada 2007, akan direhabilitasi pada 2026 setelah lama terbengkalai.

Bangunan tersebut sebelumnya menjadi lokasi pertunjukan budaya serta forum musyawarah tingkat kabupaten.

Kini kondisinya memprihatinkan dan dipenuhi semak belukar.

Camat Manggeng, Ridhawiyardi, menyatakan perbaikan telah direncanakan dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar.

“Ya benar, kemaren kita juga sudah cek kondisi bangunan dengan konsultan perencanaan. Insya Allah dananya nanti berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),” ujar Ridha, kepada rahasiaumum.com, Minggu (15/02/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Safaruddin atas persetujuan rehabilitasi tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati Safaruddin yang telah mengabulkan untuk rehab gedung ini.”

Ridha berharap konsultan memanfaatkan dana secara optimal agar hasil renovasi berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Tidak hanya event seni saja, tapi bisa juga digunakan untuk agenda rapat kabupaten atau kecamatan, karena ruang aulanya juga sangat representatif,” tambahnya.

Sekretaris Disdikbud Abdya, Saiful, membenarkan rencana tersebut telah masuk dalam RKA.

“Benar, dananya sekitar Rp1 miliar, termasuk perencanaannya. Insya Allah, gedung seni itu jadi direhab tahun ini,” kata Saiful.

Sebelumnya, Zaman Akli meninjau sejumlah fasilitas di Kecamatan Manggeng, Sabtu, 14 Februari 2026, termasuk gedung kesenian yang kondisinya tidak terawat.

“Bangunan ini patut dirawat dan dijaga. Nanti kalau di rehab, mesti ada penjaganya agar tetap terlihat bersih dan bisa digunakan kalau ada event-event tertentu atau kegiatan lainnya. Kalau kita lihat saat ini, cukup prihatin karena telah ditutupi semak belukar,” ungkap Akli.

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Abdya Zedi Saputra, Camat Manggeng, serta tokoh masyarakat.

Selain gedung seni, rombongan juga memeriksa lapak ikan di Pasar Rakyat Manggeng yang belum difungsikan, Gedung Serbaguna, Lapangan Bola Kaki Tengku Peukan, serta box air di Kecamatan Lembah Sabil.

“Nanti, semua ini akan kita sampaikan kepada Pak Bupati, sehingga bisa kita carikan solusinya,” pungkas Zaman Akli.(T018)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...