Pansus DPRK Aceh Timur Rekomendasikan Ukur Ulang HGU PT Bumi Flora

Pansus DPRK Aceh Timur
Sejumlah warga saat menjelaskan pokok permasalahan kepada Ketua Pansus DPRK Aceh Timur. Foto : (Dokumen SPAT)

Idi. RU – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Timur menggelar pertemuan dengan masyarakat Gampong Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong pada Rabu, 4 Februari 2026).

Pertemuan berlangsung di sekitar areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Flora yang selama ini menjadi sumber sengketa antara perusahaan dan warga.

Dalam pertemuan tersebut, Pansus DPRK Aceh Timur merekomendasikan sejumlah langkah tindak lanjut guna mencari penyelesaian konflik lahan yang telah berlarut-larut.

Salah satu poin utama ialah rencana pengukuran ulang batas HGU PT Bumi Flora melalui koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur.

Selain itu, Pansus juga akan menyurati manajemen PT Bumi Flora untuk memfasilitasi pelaksanaan pengukuran ulang tersebut.

Langkah ini ditempuh guna memperoleh kejelasan batas HGU, khususnya pada lahan yang diklaim masyarakat berada di luar konsesi perusahaan.

Pansus DPRK Aceh Timur menargetkan proses penyelesaian sengketa dapat mencapai kejelasan sebelum bulan Ramadan.

Meski demikian, penyelesaian akhir tetap bergantung pada proses dan hasil pengukuran yang dikeluarkan oleh BPN sebagai otoritas pertanahan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Ketua Pansus DPRK Aceh Timur, Sartiman, bersama sejumlah anggota, yakni Zulfahmi, Aftahurrida, Mahmuddin, Armia, dan Fadhil Muhammad.

Ketua Serikat Petani Aceh Timur (SPAT), Tgk Hasanun, menyambut positif langkah Pansus DPRK yang turun langsung ke lokasi sengketa.

Ia berharap pengukuran ulang HGU segera dilakukan, termasuk verifikasi terhadap lahan wakaf, masjid, serta fasilitas umum yang disebut berada dalam kawasan konsesi PT Bumi Flora.

“Harapan kami pengukuran ulang HGU PT Bumi Flora bisa secepatnya dilakukan. Setelah itu nanti dipercepat juga verifikasi seperti lahan wakaf, lahan masjid, lahan sekolah, lahan balai pengajian yang berada dalam HGU tersebut,” katanya.(TH05)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...