Aceh Besar. RU – Ratusan murid taman kanak-kanak dan sekolah dasar se-Aceh Besar mengikuti Manasik Haji Cilik, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (04/02/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima sekaligus menanamkan karakter religius sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung. Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan nuansa islami, ditandai peserta mengenakan pakaian ihram mini serta busana muslim.
Para murid mengikuti simulasi ibadah haji, mulai dari tawaf, sa’i, wukuf, hingga lempar jumrah, dengan pendampingan guru dan orang tua agar pelaksanaan berjalan tertib serta aman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, saat membuka acara mengatakan, manasik haji cilik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan pendidikan agama.
“Manasik haji cilik ini menjadi media edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai ibadah, kedisiplinan, kesabaran, dan kebersamaan kepada anak-anak. Kami ingin mereka memahami makna haji sejak dini, bukan hanya secara teori, tetapi juga praktik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi moral dan spiritual generasi penerus.
“Jika nilai-nilai keislaman ditanamkan sejak kecil, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Selain praktik ibadah, panitia menyisipkan pembelajaran interaktif serta permainan edukatif bernuansa religi. Disdikbud Aceh Besar berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
“Kami mendorong sekolah-sekolah untuk terus menghadirkan program pembelajaran yang kreatif dan bernilai karakter. Manasik haji cilik ini salah satu contoh pendidikan yang menyenangkan namun sarat makna,” tutup Rahmawati.(*)















