Aceh Besar. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mewisudakan 1.193 lanjut usia dalam Wisuda Akbar Sekolah Lansia Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah membangun sumber daya manusia secara inklusif.
Mengusung tema “Kita Wujudkan Lansia Tangguh, Berdaya, dan Mandiri di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025”, program ini menegaskan perhatian Pemkab Aceh Besar tidak hanya tertuju pada generasi muda, tetapi juga kelompok lanjut usia.
Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri A Jalil mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Lansia di daerah itu.
“Pemkab Aceh Besar sangat mengapresiasi keberadaan Sekolah Lansia. Pemerintah tidak hanya memperhatikan generasi muda, tetapi juga memberi perhatian besar kepada lansia karena tanpa jasa mereka tidak akan lahir generasi penerus hari ini,” ujarnya.
Syukri berharap dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI dapat mendorong pendirian Sekolah Lansia di setiap kecamatan.
“Kami berharap Sekolah Lansia hadir di seluruh kecamatan. Pemkab Aceh Besar siap berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkannya,” katanya.
Menurut dia, Sekolah Lansia berperan meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga silaturahmi antarlansia.
“Lansia memiliki potensi besar membangun negeri, salah satunya melalui peran sebagai pembina dan corong pendidikan bagi generasi penerus,” ucap Syukri.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim menyebut pihaknya mewisuda 1.198 siswa Sekolah Lansia Standar 1 yang berasal dari 53 Sekolah Lansia di Aceh Besar.
“Wisudawan tertua adalah H. Abdul Majid berusia 90 tahun dari Sekolah Lansia Bahagia, Desa Gampong Cot, Kecamatan Darussalam,” ungkap Safrina.
Ia juga mengapresiasi pembentukan Sekolah Lansia Tangguh di Kecamatan Pulo Aceh dengan 15 peserta pada 2025.
“Kami berbangga dan mengapresiasi Kabupaten Aceh Besar atas terbentuknya Sekolah Lansia Tangguh di wilayah paling barat Indonesia,” katanya.
Safrina menjelaskan, para wisudawan telah menuntaskan 12 kali pembelajaran berbasis kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh, meliputi aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.
“Kami berharap para wisudawan melanjutkan ke Standar 2 dan Standar 3 serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kepala DP2KBPP dan PA Aceh Besar Drs Fadhlan berharap ilmu yang diperoleh selama pendidikan memberi manfaat nyata bagi peserta.
“Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal bermanfaat serta semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)















