Sapa Masyarakat Korban Banjir, Ketua Asosiasi METI Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang

Penyaluran bantuan dari Asosiasi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) untuk masyarakat Desa Tanjung Karang Kecamatan Karang Baru. Selasa 9 Desember 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Keprihatinan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) atas bencana banjir dahsyat yang meluluhlantakkan permukiman Kabupaten Aceh Tamiang membuat Ketua asosiasi METI, Zulfan Zahar terjun langsung kelokasi terdampak banjir guna menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Dengan rasa keikhlasan, Zulfan bersama timnya membagikan sembako dan 300 paket pakaian baru luar dan dalam kepada masyarakat Desa Tanjung Karang Kecamatan Karang Baru, Selasa (09/12/2025) malam.

Pantauan rahasiaumum.com, ratusan masyarakat desa Tanjung Karang berduyun-duyun mendatangi lokasi tempat Zulfan Zahar yang didampingi staf Gubernur Aceh, Muhammad Fauzan Kamil menyalurkan bantuan dimaksud.

Penyaluran bantuan sembako dan pakaian baru ini baru usai menjelang waktu salat Isya.

Zulfan menyebutkan, bantuan tahap pertama bencana banjir Sumatera yang meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, METI yang memiliki 1800 anggota yang terdiri dari perseorangan, dan pengusaha ini menyalurkan bantuan sebesar Rp. 1.5 miliar.

“Ini bukan yang pertama, karena sebelumnya telah kita salurkan juga kepada saudara-saudara kita korban bencana banjir 2025 di Sumbar dan Sumut,” sebut Zulfan.

Diungkapkannya, pihaknya akan kembali ke Kabupaten Aceh Tamiang guna memberikan bantuan ke desa-desa yang kondisi kerusakannya dianggap lebih parah, terutama desa yang saat ini masih sulit untuk dijangkau karena terisolir akibat terputusnya jalur jalan.

“Insya Allah kami akan kembali lagi ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan kedesa-desa yang saat ini sulit untuk ditempuh karena terputusnya jembatan maupun tanah longsor,” ungkapnya.

Imbuh Zulfan, pihaknya telah meminta bantuan kepada salahseorang warga desa Tanjung Karang untuk melakukan pengecekan desa yang kondisinya paling terparah terkena dampak bencana banjir, terutama dikawasan hulu Kabupaten Aceh Tamiang.

Nanti kita upayakan pemberian bantuan sarana penerangan berupa mesin genzet untuk daerah terparah dan terisolir,” pungkasnya.(S011)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...