Puluhan Hektare Lahan Petani di Subulussalam Gagal Panen Dampak Banjir

Avatar photo
Terendam Banjir
Tanaman padi di Desa Penanggalan Barat, Subulussalam terendam banjir dan berdampak pada gagal panen yang menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi di Aceh tahun ini. [Foto Dok : rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Puluhan hektare lahan persawahan milik Kelompok Tani (Poktan) Napa Silak, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, dilaporkan terendam banjir dan terancam gagal panen.

Banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Lae Kombih yang tidak mampu menampung tingginya debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Genangan air dilaporkan mulai terjadi sejak Selasa, 25 November 2025.

Ketua Poktan Napa Silak, Sahbudiyono, membenarkan dampak buruk banjir ini. Ia mengungkapkan bahwa luas lahan yang terdampak mencapai 25 hektare dan telah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kerusakan.

“Kita sudah cek langsung di lokasi, benar ada 25 hektare sawah yang terendam, padahal beberapa hari kedepan padi tersebut siap untuk di panen,” ujar Sahbudiyono kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Menurut Sahbudiyono, jika genangan air tidak segera surut, tanaman padi dipastikan tidak akan selamat.

“Jika air tidak segera turun dalam satu atau dua hari ke depan, sudah pasti gagal panen,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa, banjir ini bersumber dari luapan Sungai Lae Kombih yang berada dekat dengan area persawahan.

Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir membuat volume air sungai melonjak drastis, hingga melimpas ke area pertanian.

Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi petani setempat.

Para petani Poktan Napa Silak berharap Pemerintah Kota Subulussalam, segera mengambil tindakan, baik untuk penanganan darurat maupun solusi jangka panjang, seperti normalisasi sungai atau pembangunan tanggul, guna mencegah terulangnya bencana serupa yang mengakibatkan kerugian signifikan.(MB017)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...