Ribuan Kilogram Beras Ludes Terjual di GPM Polres Lhokseumawe

Sejumlah warga sedang antri membeli sembako di kegiatan GPM yang diselenggarakan Polres Lhokseumawe. Jumat 7 November 2025. [Foto Dok : Polres Lhokseumawe/rahasiaumum.com]

Lhokseumawe. RU – Polres Lhokseumawe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (07/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Kasat Binmas Polres Lhokseumawe, Iptu Faisal, mewakili Kapolres AKBP Dr. Ahzan, menyebut GPM menyediakan 1.000 kilogram beras SPHP yang dijual Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.

“Hadirnya Gerakan Pangan Murah ini bertujuan memastikan ketersediaan beras dengan harga stabil dan terjangkau. Ini bentuk hadirnya Polri untuk masyarakat, membantu meringankan beban kebutuhan pokok,” ujarnya.

Sekitar 200 warga antusias memadati lokasi sejak pagi. Antrean berlangsung tertib dengan pengawasan personel Polres agar pelayanan cepat dan nyaman.

Seluruh stok beras ludes dalam waktu singkat, sementara warga mengaku terbantu dengan harga yang lebih ringan dibanding pasar.

Kegiatan yang berakhir pukul 12.00 WIB berlangsung lancar dan kondusif.

Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya terus berkolaborasi memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitas ekonomi di wilayahnya.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...