TRK Serahkan Tongkat Komando Batu Giok kepada Kapolda Aceh

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah terima cenderamata berupa tongkat komando dari batu giok dari Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, saat kunjungan kerja ke Kabupaten tersebut. Jumat 17 Oktober 2025. [Foto Dok: Polda Aceh/rahasiaumum.com]

Nagan Raya. RU – Bupati Nagan Raya TR Keumangan (TRK) menyerahkan cenderamata berupa tongkat komando dari batu giok asli daerah setempat kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, saat kunjungan kerja di Pendopo Bupati Nagan Raya, Jumat, 17 Oktober 2025.

Tongkat komando tersebut diberikan sebagai simbol kehormatan dan persaudaraan antara Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan jajaran Polda Aceh.

Menurut TRK, batu giok dipilih karena menjadi ciri khas daerah yang melambangkan kemuliaan, keteguhan, dan kepemimpinan.

Ditambahkannya, pemberian tongkat komando merupakan bentuk penghormatan dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya kepada Kapolda Aceh.

“Ini wujud persaudaraan dan apresiasi atas kepemimpinan beliau dalam menjaga kamtibmas di Aceh,” ujar TRK, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (18/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi atas sambutan dan cenderamata yang penuh makna.

“Batu giok ini melambangkan kekuatan dan keteguhan hati. Semoga menjadi simbol sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta membangun Aceh yang lebih maju,” ujar Irjen Pol Marzuki Ali Basyah.

Usai ramah tamah, Kapolda Aceh melanjutkan agenda silaturahmi dan memberikan arahan kepada jajaran Polres Nagan Raya terkait peningkatan pelayanan publik dan penguatan sinergi dengan masyarakat.

Kapolda Aceh yang hadir bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh disambut hangat oleh Bupati TR Keumangan beserta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...