Ini Enam Tuntutan Pendemo yang Disetujui Pimpinan DPRA

Pendemo
Massa gabungan mahasiswa dan elemen sipil yang menamakan diri Aliansi Rakyat Aceh menggelar demo di depan Kantor DPR Aceh dengan mengusung enam tuntutan, Senin (01/09/2025) siang. (Foto: kiriman warga)

Banda Aceh. RU – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan massa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Aceh di halaman Kantor DPR Aceh, Senin (01/09/2025) sore, mengusung enam tuntutan yang kemudian disetujui oleh Ketua DPR Aceh, Zulfadhli.

Keenam tuntutan tersebut yaitu:

  1. Reformasi DPR dan Polri,
  2. Menolak pembangunan lima batalion TNI di Aceh,
  3. Mengusut tuntas pelanggaran HAM di Aceh,
  4. Menuntaskan tambang bermasalah di Aceh,
  5. Menuntut transparansi pengelolaan dana otonomi daerah,
  6. Membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan di seluruh Indonesia.

Ketua DPR Aceh, Zulfadli menyatakan pihaknya sepakat dengan tuntutan massa pengunjuk rasa. Kesepakatan itu ditandai dengan pembubuhan tanda tangan di kertas petisi yang dibawa pendemo.

“Sudah kami tandatangani,” kata Zulfadli usai menemui massa pengunjuk rasa.

Sebelum menyampaikan tuntutannya, massa gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat itu sempat berorasi di jalan raya depan pintu gerbang utama Gedung DPRA. Setelah berorasi di badan jalan, massa akhirnya diizinkan masuk ke halaman Gedung DPRA.

Ketua DPR Aceh, Zulfadhli kemudian menemui massa didampingi Kapolda Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah.

Namun, meski aspirasi sudah ditampung dan tuntutan diterima, massa masih bersikeras untuk menduduki kantor DPRA. Sehingga aparat keamanan melakukan pembubaran paksa.

Pembubaran paksa itu sempat menimbulkan kericuhan disertai pelemparan botol air mineral dan batu ke aparat.

Kejar-kejaran antara pendemo dengan aparat keamanan pun terjadi, hingga tiga orang dibawa petugas untuk diamankan. Namun menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, saat ini ketiganya sudah dibebaskan.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...