Blangpidie. RU – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin meminta jajaran RSUD Teungku Peukan (RSUD-TP) terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang menghambat pelayanan kepada pasien.
Masukan tersebut akan menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan rumah sakit.
Hal itu disampaikan Safaruddin saat memimpin apel bersama staf dan manajemen RSUD-TP, Selasa (01/09/2026).
Dalam apel tersebut, Safaruddin menegaskan setiap kendala yang disampaikan pegawai akan ditampung dan dijadikan dasar untuk memperbaiki pelayanan.
Sejumlah persoalan yang muncul antara lain gangguan jaringan pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), keterbatasan armada ambulans, serta kebutuhan kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi.
Jajaran rumah sakit juga mengusulkan penyediaan air minum isi ulang secara gratis bagi pasien dan pegawai.
Selain itu, kinerja kebersihan serta mesin laundry yang belum maksimal turut menjadi perhatian.
Safaruddin mengatakan sebagian persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui langkah pemerintah daerah.
Menurut dia, pembenahan pelayanan harus disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
“Keluhan itu saya jadikan solusi untuk saya siapkan, supaya nantinya mereka tidak mengeluhkan lagi,” kata Safaruddin.
Safaruddin juga meminta pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD-TP dilakukan berbasis kinerja.
Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan pegawai diharapkan berjalan seiring dengan kinerja dan pendapatan rumah sakit.
Adapun kebutuhan yang belum dapat dipenuhi melalui anggaran RSUD-TP maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), kata Safaruddin, akan diupayakan melalui advokasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh.
Apel tersebut turut dihadiri Plt Sekda Abdya Amrizal, Kepala Dinas Kesehatan Rinaldi R, Ketua Dewan Pengawas RSUD-TP Muslizar MT, serta Direktur RSUD-TP dr. Ismail Muhammad bersama jajaran manajemen.(T08)













