Demi Keamanan Siswa, SDN Blang Ara Bener Meriah Berlakukan Shift Belajar

Tampak kondisi SDN Blang Ara Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, yang masih proses rehab. Selasa 14 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Proses rehabilitasi gedung membuat Sekolah Dasar Negeri (SDN) Blang Ara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, menerapkan sistem belajar bergiliran untuk menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik selama kegiatan pembangunan berlangsung.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah lingkungan sekolah masih dipenuhi aktivitas pekerjaan revitalisasi yang dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.

Pihak sekolah memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, namun dengan pengaturan jadwal masuk bagi siswa.

Kepala SDN Blang Ara, Usman, mengatakan pihak sekolah tidak menghentikan pembelajaran, melainkan membagi waktu belajar menjadi dua sesi karena keterbatasan ruang kelas akibat adanya program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Ini kan ada program MPLS, pengenalan siswa baru di lingkungan sekolah. Ruang kelas tidak mencukupi jadi kami dari sekolah memberlakukan shif. Kelas 1, 2 dan 3 masuk proses belajar mengajar mulai pagi jam 8:00 sampai jam 10:30 WIB. Sedangkan kelas 4, 5, 6 masuk belajar jam 11:31 sampai 01:30 WIB,” kata Usman saat dikonfirmasi rahasiaumum.com, Selasa (14/07/2026).

Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut telah dibahas bersama wali murid dan mendapat persetujuan karena bertujuan menjaga keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami dengan wali murid sudah musyawarah dan wali murid juga tidak keberatan. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pada proses belajar mengajar karena material bangunan berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Rehabilitasi SDN Blang Ara merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN dengan nilai kontrak Rp425.439.279.

Proyek tersebut berada di bawah Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pekerjaan pembangunan yang dikerjakan melalui Program Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) itu berlangsung selama 150 hari kalender, terhitung sejak 14 Juni 2026, dengan lokasi sekolah berada di Jalan Takengon-Bireuen kilometer 58.

Kondisi area sekolah yang masih menjadi lokasi pekerjaan pembangunan sempat menimbulkan kekhawatiran dari warga dan orang tua siswa.

Sejumlah material bangunan yang belum tertata menjadi perhatian terkait aspek keselamatan peserta didik.(BI09)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...