Banda Aceh Perkuat Ketahanan Iklim Lewat Penyusunan RAD-GPI

Foto bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal usai penyusunan RAD-GPI, di Amel Convention Hall. Kamis 9 Juli 2026 [Dok. Prokopim Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyusun Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) sebagai upaya memperkuat kebijakan pembangunan yang inklusif dan responsif terhadap dampak perubahan iklim.

Penyusunan dokumen tersebut ditandai dengan Focus Group Discussion (FGD) dan workshop yang dibuka Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di Amel Convention Hall, Rabu (08/07/2026).

Kegiatan ini digagas Aceh Climate Change Initiative Universitas Syiah Kuala (ACCI USK) bersama Tim RAD-GPI Kota Banda Aceh dengan dukungan Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women).

Sebanyak 145 peserta dari unsur organisasi perangkat daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra pembangunan mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Illiza mengatakan penyusunan RAD-GPI menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Banda Aceh 2025–2029, penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG), serta Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

“Keberhasilan RAD-GPI tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen, tetapi dari sejauh mana dokumen tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan pelayanan publik yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Illiza, perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin nyata bagi Banda Aceh sebagai wilayah pesisir, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, abrasi, hingga terganggunya layanan dasar dan mata pencaharian masyarakat.

Karena itu, kebijakan yang disusun harus mampu melindungi kelompok rentan secara adil dan berkelanjutan.

“Bagi Pemko Banda Aceh, membangun ketahanan iklim harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial, kesetaraan dan keadilan. Melalui program prioritas pada perempuan, disabilitas, dan anak untuk lingkungan inklusif, kami ingin memastikan setiap kebijakan pembangunan memberi perlindungan dan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok yang menghadapi kerentanan lebih besar,” tutupnya.(R10)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...