Spanduk Kritik terhadap Bupati Aceh Tenggara Muncul di Banda Aceh

Spanduk di sejumlah titik di Banda Aceh yang bertulisan kritikan terhadap Bupati Aceh Tenggara. Rabu 22 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Banda Aceh. RU – Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, terpasang di beberapa titik strategis di Banda Aceh, Selasa, 21 April 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan, spanduk memuat pesan bernada keras yang menyinggung etika hingga gaya komunikasi kepala daerah.

Sejumlah tulisan bahkan mencantumkan label seperti “tak beretika” dan “otoriter”.

Di kawasan Simpang Surabaya, pesan bernuansa sindiran terlihat mencolok dan menarik perhatian pengguna jalan.

Tagar yang mengaitkan jabatan Bupati Aceh Tenggara serta posisi di partai politik turut disertakan.

Spanduk lain terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang Masjid Oman dengan tulisan bernada lebih tajam, termasuk kritik yang menyentuh aspek personal.

Sementara itu, di Simpang Tugu Mesra, muncul pesan yang menyinggung dinamika politik, termasuk dugaan dominasi dalam tubuh partai.

Di kawasan Lamnyong, Darussalam, kritik terhadap sikap anti-kritik dan label otoriter juga terlihat.

Kemunculan spanduk menjadi sorotan publik karena penyampaian aspirasi dilakukan secara terbuka di ruang publik.

Kritik yang sebelumnya beredar di ruang terbatas kini tampil di jalanan.

Aksi tersebut terjadi di Banda Aceh, bukan di Kutacane sebagai pusat pemerintahan Aceh Tenggara.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai ruang penyampaian aspirasi di daerah asal kepala daerah.

Terkait itu, Rabu (22/04/2026) rahasiaumum.com berupaya menghubungi M. Salim Fakhry, namun belum ada pernyataan resmi.

Publik menantikan tanggapan pemerintah daerah atas kritik yang berkembang.(AFW016)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...