Banda Aceh. RU – Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, terpasang di beberapa titik strategis di Banda Aceh, Selasa, 21 April 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan, spanduk memuat pesan bernada keras yang menyinggung etika hingga gaya komunikasi kepala daerah.
Sejumlah tulisan bahkan mencantumkan label seperti “tak beretika” dan “otoriter”.
Di kawasan Simpang Surabaya, pesan bernuansa sindiran terlihat mencolok dan menarik perhatian pengguna jalan.

Tagar yang mengaitkan jabatan Bupati Aceh Tenggara serta posisi di partai politik turut disertakan.
Spanduk lain terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang Masjid Oman dengan tulisan bernada lebih tajam, termasuk kritik yang menyentuh aspek personal.
Sementara itu, di Simpang Tugu Mesra, muncul pesan yang menyinggung dinamika politik, termasuk dugaan dominasi dalam tubuh partai.
Di kawasan Lamnyong, Darussalam, kritik terhadap sikap anti-kritik dan label otoriter juga terlihat.
Kemunculan spanduk menjadi sorotan publik karena penyampaian aspirasi dilakukan secara terbuka di ruang publik.
Kritik yang sebelumnya beredar di ruang terbatas kini tampil di jalanan.
Aksi tersebut terjadi di Banda Aceh, bukan di Kutacane sebagai pusat pemerintahan Aceh Tenggara.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai ruang penyampaian aspirasi di daerah asal kepala daerah.
Terkait itu, Rabu (22/04/2026) rahasiaumum.com berupaya menghubungi M. Salim Fakhry, namun belum ada pernyataan resmi.
Publik menantikan tanggapan pemerintah daerah atas kritik yang berkembang.(AFW016)














