Subulussalam. RU – Petani di Desa Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan kering menjelang musim tanam hortikultura.
Persiapan difokuskan pada pemasangan mulsa plastik di area yang akan ditanami semangka.
Metode ini dipilih untuk menjaga kondisi tanah tetap stabil di tengah tantangan cuaca serta kebutuhan pengelolaan air yang tepat.
Mahmud, salah satu pemilik lahan, menyebut penggunaan mulsa berperan penting dalam mempertahankan kelembaban tanah saat suhu berubah.
Lapisan tersebut juga efektif menekan pertumbuhan gulma yang berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi tanaman.
Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pendamping lapangan.
Kolaborasi ini mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan permukaan tanah tertutup rapat sehingga risiko erosi akibat hujan dapat ditekan.
Pengolahan sejak awal musim tanam dinilai berpengaruh terhadap kualitas hasil panen.
Penutupan lahan dengan mulsa membantu efisiensi penyerapan pupuk karena tidak mudah hanyut terbawa air.
Pendamping pertanian dari Babinsa Koramil 01/Simpang Kiri Kodim 0118/Subulussalam, Serda Abdul Samad, menilai semangat petani dalam menerapkan teknik budidaya menunjukkan perkembangan positif bagi perekonomian desa.
“Kami berupaya agar pengelolaan lahan lebih optimal sejak awal. Harapannya, dengan persiapan yang matang seperti ini, hasil panen semangka ke depan bisa lebih meningkat dan berkualitas,” ujar Abdul Samad, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Jumat (17/04/2026).
Ia menambahkan, kesiapan teknis yang baik diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi.
Keberhasilan pengelolaan lahan ini juga diproyeksikan menjadi contoh bagi pengembangan komoditas buah lainnya di wilayah Kecamatan Simpang Kiri.(MB017)














