Korban Bencana di Pidie Jaya Minta Direlokasi ke Hunian Layak

Pengungsi Antre Air
Korban banjir bandang di Pidie Jaya yang tinggal di pengungsian saat mengantre air bersih yang disalurkan Satgas Kodim 0102/Pidie, di lokasi pengungsian Pidie Jaya. Selasa 6 Januari 2026. [Foto Dok : Kodam IM/rahasiaumum.com]

Meureudu. RU – Korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya yang selama ini tinggal di barak dan tenda pengungsian berharap segera direlokasi ke hunian lebih layak.

“Saya berharap segera direlokasi ke hunian lebih layak, apakah itu hunian sementara maupun hunian tetap. Kami sudah tiga bulan di pengungsian,” kata Rizwan, korban bencana banjir bandang di Pidie Jaya, dikutip Minggu (01/03/2026).

Saat ini, Rizwan tinggal di barak pengungsian bersama ratusan penyintas bencana lainnya yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di halaman masjid Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Ia mengaku tidak dapat pulang karena rumah yang ditempati sebelumnya banjir bandang akibat meluapnya Krueng Meureudu pada akhir November 2025 dalam kondisi rumah rusak berat dan masih tertimbun lumpur setinggi tiga meter.

“Saat ini, saya bersama keluarga tinggal di barak yang saya bangun di samping masjid. Saya bersama pengungsi lainnya berharap segera direlokasi ke tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Ia menyebutkan hunian sementara yang dibangun tidak jauh dari masjid tersebut sebagian sudah selesai dan siap ditempati, namun penempatan hunian masih menunggu keputusan pemerintah daerah.

“Pengungsi di sini masih menunggu kapan direlokasi ke hunian sementara. Kami berharap sebelum hari raya Idul Fitri bisa dipindahkan dari tenda dan barak ke huntara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Keuchik (kepala desa) Meunasah Raya Abdul Halim Ishak mengatakan ada sebanyak 95 unit hunian sementara (huntara) dibangun di desa tersebut, dan hingga kini rata-rata progres pembangunan sudah mencapai 75 persen.

“Kami berharap huntara bisa secepatnya selesai agar pengungsi di desa ini mendapat hunian lebih layak. Saat ini, warga yang mengungsi mencapai 500-an jiwa,” katanya.

Selain mengungsi di tenda dan barak pengungsian, banyak warga Gampong Meunasah Raya tinggal menumpang di rumah saudara dan kerabat, sebab rumah mereka hingga kini belum dapat ditempati karena masih tertimbun lumpur.

“Warga dari tiga dusun di desa ini belum dapat pulang karena rumah mereka rusak berat dan tertimbun lumpur. Selain itu, fasilitas air bersih dan listrik juga belum ada di tiga dusun tersebut,” kata Abdul Halim Ishak.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *