Kondisi Jalan Lintas KKA Masih Rusak Parah

Jalan KKA
Sejumlah mobil tampak terperosok sehingga harus didorong warga di jalan lintas KKA tepatnya Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah. (Foto: Kiriman warga)

Redelong. RU – Kondisi jalan lintas Kertas Kraft Aceh (KKA) yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara, tepatnya di Burni Pase, Kecamatan Permata, saat ini rusak parah dan sulit dilalui.

Jalan tersebut putus total akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Pascabencana, TNI membangun jembatan bailey untuk menghubungkan kembali akses kedua daerah dari keterisolasian.

Namun, beberapa bulan berselang, kondisi jalan di sekitar lokasi kembali rusak dimana lubang, bebatuan lepas, serta tanjakan curam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas dan kerap mengalami kecelakaan.

Seorang sopir angkutan umum, Jamal, mengatakan para sopir angkutan dari dataran tinggi Gayo berinisiatif mengumpulkan dana untuk membantu perbaikan jalan, karena lambannya upaya perbaikan dari pemerintah.

“Kami sopir angkutan Hiace patungan membeli semen, lalu menyerahkannya kepada masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan,” kata Jamal pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurutnya, jalur KKA merupakan akses terdekat bagi masyarakat yang hendak menuju Aceh Utara hingga Medan, Sumatera Utara, maupun sebaliknya.

“Kalau lewat Bireuen, waktu tempuhnya jauh lebih lama. Karena itu kami lebih memilih jalur KKA,” ujarnya.

Jamal menilai Pemerintah Aceh sebagai penanggung jawab jalan provinsi terkesan belum memberikan perhatian maksimal.

Ia menyebut, kondisi jalan yang terus memburuk telah memakan korban, dengan sejumlah kendaraan terjatuh akibat permukaan yang licin dan tidak rata.

Sebelumnya, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, juga mendesak Pemerintah Aceh segera memperbaiki ruas jalan tersebut. Ia menegaskan, jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh.

Tagore mengaku menerima laporan banyak kendaraan roda dua dan roda empat terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak, berbatu, dan menanjak.

“Baru-baru ini banyak kendaraan jatuh di sana. Padahal ini tugas provinsi, tapi belum diperbaiki. Atau apakah mereka lupa bahwa Bener Meriah itu bagian dari wilayah Aceh,” tegasnya.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *