Puluhan Dai Cilik Ikuti Ramadhan Ceria di Simeulue

ramadhan ceria
Peserta lomba dai cilik dan tahfiz juz 30 berfoto bersama di Simeulue, Senin (23/2/2026). (Foto: ANTARA)

Sinabang. RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue melalui Dinas Syariat Islam melaksanakan Ramadhan Ceria diikuti puluhan dai cilik dan tahfiz atau penghafal Al Quran Juz 30.

Program Ramadhan Ceria dalam rangka memeriahkan bulan suci puasa dipusatkan di Masjid Baiturrahmah, Kota Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Senin 23 Februari 2026.

“Ramadhan Ceria ini digelar dalam rangka memeriahkan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini diikuti sebanyak 71 peserta terdiri dari 35 peserta untuk tahfiz Juz 30 dan 36 peserta lomba dai cilik,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Simeulue, Sahirman.

Ia mengatakan peserta Ramadhan Ceria ini diikuti anak laki-laki dan perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar dengan usia antara tujuh hingga 12 tahun.

Selain memeriahkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi anak-anak dalam menghafal Al Quran dan kemampuan mereka dalam berdakwah.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi muda cinta Al Quran serta berguna bagi bangsa. Peserta terbaik nantinya dipilih dan masuk program pembinaan, baik dai maupun tahfiz,” kata Sahirman.(TH05)

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...

Menata Harapan di Tengah Luka

Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama masyarakat penghuni Huntara. (Foto dok/rahasiaumum.com/Awelatam)

Menunggu Realisasi di Tengah Pemulihan

Kunjungan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan satu hal;...

Yang Terlewat Kini Dikejar; Pendataan Tahap III Dibuka untuk Warga Terdampak

Di balik angka-angka bantuan, ada satu hal yang paling menentukan: data. Di Aceh Tamiang, pemerintah...

Saat Dana Stimulan Dipertaruhkan

Kualasimpang. RU – Ketika verifikasi lapangan, tekanan sosial, dan koordinasi birokrasi menentukan nasib bantuan warga...