Jantho. RU – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis ecoprint di Gampong Meunasah Baro, Aceh Besar ini ternyata mulai menarik minat wisatawan mancanegara.
Ecoprint adalah teknik cetak pewarnaan kain alami yang menghasilkan pola melalui kontak langsung antara tanaman, seperti daun, bunga, batang, dengan media kain.
Teknik inilah yang dikembangkan UMKM bernama ‘Sioen Ija Ecoprint’ di kawasan Lampuuk yang merupakan destinasi wisata mancanegara di kabupaten itu.
Produk kain buatan Sioen Ija Ecoprint ini pun menarik perhatian para turis asing yang berkunjung ke kawasan wisata Lampuuk dan Lhoknga.
“Para turis sepertinya memang senang dengan produk kreatifitas handycraf, apalagi yang dihasilkan dari bahan alam dan dikerjakan dengan cara alami pula,” kata pemilik usaha Sioen Ija Ecoprint, Nurul Fahmi, dikutip Kamis (22/01/2026).
Teknik printing menggunakan tumbuhan ini sangat diminati oleh pelanggan dari mancanegara, terutama negara Eropa, karena menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menggunakan zat kimia berbahaya bagi bumi.
Nurul mengatakan keunikan motif berbahan alami serta proses pengerjaan yang ramah lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar negeri. Terutama wisatawan asal Prancis atau Kanada.
Nurul mengatakan selembar kain produksi Sioen Ija dijual dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.
Harganya, tergantung lebar dan motif kain. Semakin banyak diproduksi, maka harga jual selembar kain semakin murah.
Untuk memperluas konsumen, baik dalam maupun luar negeri, mulai tahun ini Nurul memproduksi tote bag, baju dan lainnya. Dia optimistis langkah ini dapat meningkatkan pejualan.
Untuk membuat produk unik ini, Nurul pun dibantu 16 rekan yang bekerja di bidang produksi.(TH05)















