Banda Aceh. RU – PT Bank Syariah Indonesia Tbk memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE) atau uang rusak akibat banjir di Aceh, sebagai upaya mengembalikan hak finansial masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah masa sulit.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan yang diterima Kamis (08/01/2026) mengatakan, saat ini banyak warga yang berupaya menyelamatkan sisa-sisa harta mereka, termasuk uang tunai yang rusak terkena air dan lumpur.
Karena itu, pihaknya membuka fasilitas penukaran uang rusak di seluruh outlet BSI Aceh, sehingga uang tersebut dapat kembali menjadi saldo tabungan atau digunakan masyarakat untuk bertransaksi.
Ia memastikan, proses penukaran uang rusak dilakukan secara transparan sesuai regulasi Bank Indonesia, mencakup verifikasi fisik dan pencatatan identitas.
Anggoro juga menghimbau agar nasabah bisa menggunakan layanan e-channel untuk mengoptimalkan kebutuhan transaksi yang memang bisa dilakukan tanpa harus ke kantor cabang, agar menghemat waktu dan transaksi nasabah di kantor cabang.
Beberapa layanan e-channel yang dapat diakses nasabah seperti BSI Call 14040, mobile banking BYOND, BSI ATM, BSI Agen, BSI Net Banking, BEWIZE, maupun BSI Cash Management.
Pasca-musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, BSI memastikan seluruh layanan perbankan telah kembali beroperasi normal di mana sebanyak 145 outlet telah dipulihkan.(TH05)















