Redelong. RU – Satreskrim Polres Bener Meriah menangkap tersangka pelaku pembunuhan suami istri di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, pada Senin dini hari, 5 Januari 2025.
Pelaku berinisial RF (25), warga Kampung Bebesen, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, ditangkap di kebun kopi kawasan Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, sekitar pukul 16.00 WIB, pada hari yang sama.
RF diduga membunuh Hairul Bani Takwa (26) dan istrinya Indri Yria Riski (22) yang merupakan pengantin baru.
Kedua korban dibacok secara brutal pada bagian kepala saat berada di dalam kamar rumah mereka.
Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan tersebut adalah pencurian.
“Pelaku berniat mencuri kopi milik korban. Namun saat melancarkan aksinya, korban terbangun sehingga pelaku melakukan pembunuhan secara membabi buta,” ujar AKP Supriadi, Selasa (06/01/2026).
Disebutkan, korban Hairul Bani meninggal di rumahnya di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dengan luka bacok di kepala.
Sementara istrinya, Indri Yria Riski dilaporkan meninggal dunia setelah sempat ditangani intensif di RSUD Muyang Kute yang kemudian dirujuk ke RSUD Bireuen.
“Istrinya juga sudah meninggal dunia di RS Bireuen. Mereka ini pengantin baru. Semoga amal ibadah keduanya diterima di sisi Allah SWT,” ujar seorang warga Blang Tampu.
Seorang saksi yang merupakan tetangga korban menyebutkan, sekira pukul 02.30 WIB, ia mendengar suara pukulan pada dinding beton, serta terdengar tangisan dari dalam rumah korban.
Mendengar kejadian itu, ia mendekati rumah korban dengan posisi pintu rumah tertutup.
“Namun saat itu, saya tidak lagi mendengar keributan,” ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.
Tak berselang lama, saksi ini kembali mendengar suara pukulan dari dalam rumah korban.
Karena penasaran, dia kembali mendekat dan melihat pintu depan rumah milik korban sudah terbuka.
“Saya mengajak seorang teman saya untuk memastikan kejadian di dalam rumah. Kemudian setelah kami sampai, kami melihat seorang laki-laki berbaju warna hitam dengan penutup kepala seperti sebo, lari ke bagian dapur,” ungkapnya.
Melihat laki-laki itu lari, saksi tersebut langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah yang tergeletak di dalam kamar.
Sedangkan istrinya dalam posisi memeluk korban juga dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Mengetahui kejadian ini, kami langsung mengabarkan kepada warga serta keluarga korban di Kampung Uning Teritit, Kecamatan Bukit. Selanjutnya korban Hairul dan istrinya langsung dibawa ke rumah sakit,” kata saksi tersebut.(TH05)















