Status Bur Ni Telong Turun dari Level Siaga ke Waspada

BurNiTelong
Gunungapi Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah yang sebelumnya berstatus Siaga, kembali berstatus Waspada sejak Sabtu siang (3/1/2025). (Foto: PVMBG)

Redelong. RU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan status aktivitas Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Penurunan status tersebut ditetapkan setelah terjadi penurunan aktivitas kegempaan vulkanik berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental. 

Sebelumnya, status aktivitas Gunung Bur Ni Telong dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) pada 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik dan gempa terasa.

Badan Geologi mencatat, pada periode 30–31 Desember 2025 terekam 20 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 43 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta tujuh kali gempa terasa dengan pusat gempa sekitar lima kilometer di barat daya puncak Burni Telong.

Namun, memasuki 1 Januari 2026 aktivitas kegempaan mulai menurun.

Hingga 3 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, hanya terekam tiga kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 11 kali Gempa Vulkanik Dalam.

Pengamatan visual juga menunjukkan kawah Gunung Bur Ni Telong tidak mengeluarkan asap.

Meski status diturunkan, Badan Geologi mengingatkan potensi bahaya masih tetap ada.

Ancaman dapat berupa erupsi yang dipicu gempa tektonik maupun erupsi freatik yang terjadi tanpa didahului peningkatan kegempaan signifikan. 

Selain itu, terdapat potensi bahaya hembusan gas vulkanik di sekitar area solfatara dan fumarol, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Seiring penurunan status ke Level II (Waspada) sejak 3 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, masyarakat, wisatawan, dan pendaki tetap diminta tidak mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius tiga kilometer serta menghindari kawasan fumarol dan solfatara.Status Bur Ni Telong Turun dari Siaga ke Waspada

Redelong. RU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan status aktivitas Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Penurunan status tersebut ditetapkan setelah terjadi penurunan aktivitas kegempaan vulkanik berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental. 

Sebelumnya, status aktivitas Gunung Bur Ni Telong dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) pada 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik dan gempa terasa.

Badan Geologi mencatat, pada periode 30–31 Desember 2025 terekam 20 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 43 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta tujuh kali gempa terasa dengan pusat gempa sekitar lima kilometer di barat daya puncak Burni Telong.

Namun, memasuki 1 Januari 2026 aktivitas kegempaan mulai menurun.

Hingga 3 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, hanya terekam tiga kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 11 kali Gempa Vulkanik Dalam.

Pengamatan visual juga menunjukkan kawah Gunung Bur Ni Telong tidak mengeluarkan asap.

Meski status diturunkan, Badan Geologi mengingatkan potensi bahaya masih tetap ada.

Ancaman dapat berupa erupsi yang dipicu gempa tektonik maupun erupsi freatik yang terjadi tanpa didahului peningkatan kegempaan signifikan. 

Selain itu, terdapat potensi bahaya hembusan gas vulkanik di sekitar area solfatara dan fumarol, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Seiring penurunan status ke Level II (Waspada) sejak 3 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, masyarakat, wisatawan, dan pendaki tetap diminta tidak mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius tiga kilometer serta menghindari kawasan fumarol dan solfatara.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *