Teheran. RU – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan kombinasi rudal serta drone.
IRGC menyebut sasaran serangan meliputi dermaga pendukung bahan bakar Armada Laut AS di Pelabuhan Al-Ahmadi, Kuwait, serta lokasi berkumpulnya pesawat tempur Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.
IRGC juga mengklaim telah menghancurkan pusat data intelijen Amerika Serikat di Bahrain yang dikenal sebagai Batelco, serta pusat sinyal dan telekomunikasi militer AS di Kuwait.
Situasi keamanan di Kuwait kini dilaporkan semakin tegang. Sirene peringatan serangan udara kembali berbunyi untuk keempat kalinya ketika sistem pertahanan udara negara tersebut berupaya mencegat rudal dan drone yang masuk.
Militer Kuwait dalam pernyataan resminya menyebut sistem pertahanan udara sedang menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilancarkan dari Iran.
“Jika masyarakat mendengar suara ledakan, itu merupakan hasil intersepsi yang dilakukan sistem pertahanan udara terhadap serangan musuh,” demikian pernyataan Staf Umum Angkatan Darat Kuwait, dikutip Sabtu (18/07/2026).
Dampak eskalasi konflik juga dirasakan sektor penerbangan. Kuwait Airways mengumumkan penjadwalan ulang sebagian besar penerbangan setelah otoritas menutup sementara wilayah udara negara tersebut.(TH05/Okezone)













