Angin Kencang Picu Lima Insiden, BPBD Aceh Besar Tingkatkan Kewaspadaan

Petugas Damkar BPBD Aceh Besar melakukan penanganan terhadap pohon tumbang di kawasan Kecamatan Blang Bintang. Kamis 2 Juli 2026 [Dok. BPBD Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Jantho. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, menyusul serangkaian insiden akibat hujan lebat disertai angin kencang dalam dua pekan terakhir.

BPBD Aceh Besar mencatat sedikitnya lima kejadian selama periode tersebut, terdiri atas tiga kasus pohon tumbang dan dua peristiwa kerusakan atap bangunan akibat terpaan angin.

Berdasarkan data BPBD, pohon tumbang terjadi di Kecamatan Blang Bintang pada 20 Juni, Kecamatan Mesjid Raya pada 24 Juni, serta kembali di Blang Bintang pada 28 Juni.

Sementara itu, angin kencang menerbangkan atap tiga unit toko di Kecamatan Montasik pada 1 Juli.

Pada Kamis (02/07/2026), angin kencang kembali menyebabkan kerusakan pada bagian atap sebuah rumah yang dihuni dua keluarga di Kecamatan Blang Bintang.

“Pada hari ini, satu unit rumah yang dihuni oleh dua keluarga di Kecamatan Blang Bintang juga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterpa angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil S.Sos., M.Si.

Pria yang akrab disapa RJ itu menyampaikan, seluruh peristiwa telah ditangani secara cepat oleh tim BPBD bersama unsur terkait sehingga dampaknya dapat diminimalkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon yang rindang, periksa kondisi atap rumah, dan segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD apabila terjadi keadaan darurat agar dapat segera ditangani,” ujarnya.

Menurut RJ, perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini berpotensi memicu pohon tumbang dan kerusakan bangunan sehingga kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan.

Ia menambahkan, kewaspadaan dan kesiapan warga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika hujan disertai angin kencang.

“Kami terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan menyiagakan personel beserta peralatan untuk merespons setiap kejadian kebencanaan. Kami juga mengajak masyarakat agar selalu mengikuti informasi cuaca dan tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan instansi berwenang,” pungkas RJ.(IA03)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...