Rumah Kosong Korban Banjir Jadi Sasaran Maling di Aceh Tamiang

Dua rumah milik Sani dan Misnah yang disatroni maling setelah didobrak pintunya. Selasa 23 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Sejumlah rumah milik korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan menjadi sasaran pencurian saat penghuninya masih menjalani masa pengungsian.

Aksi tersebut dikeluhkan warga karena mengakibatkan banyak barang berharga hilang dari tempat tinggal yang rusak akibat bencana.

Kasus itu terjadi di beberapa kompleks perumahan di Dusun Bahagia, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru.

Rumah-rumah yang ditinggalkan sejak banjir hidrometeorologi pada November 2025 disebut kerap dibobol pelaku.

“Perabotan yang masih tertinggal di rumah kami disikat maling setelah pintu depan didobraknya,” ujar Misnah (56) kepada rahasiaumum.com, Selasa (23/06/2026).

Misnah mengatakan, seluruh kabel listrik di kediamannya hilang setelah pelaku membongkar instalasi yang terpasang.

Selain itu, sejumlah barang elektronik turut dibawa, di antaranya laptop, kamera merek Canon, mesin kulkas, mesin cuci, serta perlengkapan lainnya.

Menurut dia, maraknya pencurian tidak terlepas dari kondisi para pemilik rumah yang hingga kini belum dapat kembali menempati hunian mereka.

“Kami belum bisa pulang akibat rumah kami rusak. Untuk memperbaiki rumah memerlukan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah milik tetangga Misnah juga mengalami nasib serupa.

Bangunan milik Dani yang berada di samping rumahnya dilaporkan dibobol.

Beberapa rumah lain di sekitar lokasi, termasuk yang berada di bagian belakang permukiman, turut menjadi target pelaku.

Warga setempat menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian dalam rumah.

Besi jeruji jendela dan jaringan kabel listrik juga banyak yang dicabut lalu dibawa oleh pencuri.

“Serba salah bang, niat untuk menyelamatkan harta benda kami sudah terpikirkan sejak lama. Tetapi kami juga bingung akan diletakkan di mana, sedangkan kami saja masih hidup berstatus sebagai pengungsi,” ujar seorang warga.

Masyarakat berharap ada langkah pengamanan dari pihak terkait untuk mencegah aksi penjarahan terus berulang di kawasan permukiman yang hingga kini masih banyak ditinggalkan penghuninya.(S011)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...