Banda Aceh. RU – Polisi menyelidiki dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 sesaat setelah kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/06/2026).
Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan kini menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh.
Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, penyelidikan masih berlangsung dan petugas tengah mendalami sumber ledakan yang diduga berasal dari ruang Auxiliary Engine.
“Dugaan ledakan berasal dari ruangan Auxiliary Engine yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim yang bertugas,” ujarnya.
Menurut Dizha, petugas melakukan dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap sistem dan komponen di sekitar lokasi kejadian untuk memperoleh gambaran utuh kronologi insiden.
Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah KMP Aceh Hebat 2 tiba dari Pelabuhan Balohan, Sabang, sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat kejadian, sejumlah taruna praktik dari Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar sedang mengikuti kegiatan pengenalan peralatan di kamar mesin yang dipandu Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo.
Dugaan ledakan terjadi ketika alat Electro Motor Hydraulic pintu sekat kedap kamar mesin dioperasikan.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
“Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap temuan di lapangan. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 tersebut,” kata Dizha.(R015)














