Akses Nagan Raya–Aceh Tengah Kembali Terhubung Pascabencana

Tampak suasana peresmian pembukaan Jembatan penghubung Bailey antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah untuk umum. Rabu 7 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Nagan Raya. RU – Jembatan penghubung Bailey antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah resmi dibuka untuk umum di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Rabu (07/01/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Widarto, Kapolres Nagan Raya AKBP Benny Bathara, Wakil Bupati Raja Sayang, unsur Forkopimda, pejabat Kementerian PUPR dan BPJN Aceh, jajaran TNI-Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian PUPR atas pembangunan jembatan yang mengembalikan konektivitas antarwilayah.

“Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung antarkabupaten sekaligus penggerak sektor perdagangan, pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.

Sementara itu, Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Widarto mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pembangunan jembatan serta mengimbau masyarakat menggunakan fasilitas tersebut sesuai kapasitas.

“Mari kita jaga dan rawat jembatan ini agar tetap aman dan berfungsi dalam jangka panjang,” katanya.

Jembatan Bailey tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, dengan kapasitas beban maksimal 18 ton. Sejak diresmikan pada pukul 12.30 WIB, jembatan dapat dilalui kendaraan lintas Aceh Tengah–Nagan Raya.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...