Masyarakat Sipil Aceh Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

Avatar photo
Suasana pertemuan Jaringan masyarakat sipil Aceh. Minggu 30 November 2025. [Foto Dok : Forum LSM Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Jaringan masyarakat sipil Aceh mendesak Presiden menetapkan banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat sebagai bencana nasional.

Kerusakan luas, jumlah korban yang terus bertambah, serta sulitnya akses ke wilayah terpencil dinilai membuat penanganan tidak bisa dibatasi sebagai urusan provinsi.

Mereka menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan warga terdampak dan meminta pemerintah pusat mengambil langkah terkoordinasi untuk memastikan keselamatan penduduk.

Dalam pernyataan yang diterima rahasiaumum.com, Minggu (30/11/2025), masyarakat sipil menilai respons harus dilakukan cepat dan menyeluruh.

Kelompok masyarakat sipil itu menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, menggerakkan seluruh sumber daya agar tim penyelamat dapat menembus daerah yang masih terisolasi.

Kedua, mengaktifkan pusat informasi terpadu untuk menghindari kebingungan di lapangan.

Ketiga, mendesak Pemerintah Aceh mengalihkan anggaran APBA yang belum terpakai untuk kebutuhan darurat.

Keempat, memastikan ketersediaan pangan, air bersih, dan obat-obatan.

Kelima, menetapkan status bencana nasional mengingat skala kerusakan dan banyaknya korban.

“Penetapan status bencana nasional akan membuka akses lebih luas terhadap sumber daya, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memungkinkan dukungan internasional bila diperlukan,” tegas pernyataan tersebut.

Masyarakat sipil Aceh menyatakan siap bekerja bersama pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta publik luas agar penanganan berlangsung efektif, transparan, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Pernyataan ini ditandatangani puluhan organisasi, termasuk Forum LSM Aceh, Koalisi NGO HAM, WALHI Aceh, Flower Aceh, GeRAK Aceh, KontraS Aceh, Balai Syura, Mafindo Aceh, MaTA, JKMA Aceh, dan sejumlah lembaga lainnya.(rel)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...