Bireuen. RU – Kementerian Agama Kabupaten Bireuen melalui Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2M MI) menggelar pelatihan “Integrasi Coding dalam Implementasi KMA 1503 Tahun 2025”, Rabu (08/04/2026) di Gedung Sekretariat Daerah.
Kegiatan tersebut diikuti kepala dan guru MI se-Kabupaten Bireuen.
Kepala Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, membuka acara dan menekankan pentingnya literasi digital dalam pembelajaran.
“Coding bukan lagi mata pelajaran tersendiri, tetapi menjadi roh pembelajaran berbasis logika dan problem solving di semua mata pelajaran,” ujarnya.
Tim Balai Diklat Keagamaan Aceh memaparkan peta jalan implementasi KMA 1503, termasuk integrasi coding pada mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Arab melalui pendekatan computational thinking.
Narasumber dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengenalkan platform block-based coding ramah anak dan strategi pembelajaran menyenangkan, termasuk metode tanpa komputer bagi madrasah dengan keterbatasan perangkat.
Ketua K2M MI Bireuen, Mudassir, menyebutkan pelatihan diikuti 120 peserta selama dua hari.
Hari pertama difokuskan pada pendalaman KMA 1503, sedangkan hari kedua praktik integrasi coding dalam pembelajaran.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong guru MI mengimplementasikan KMA 1503 secara adaptif dan inovatif, serta menyiapkan peserta didik yang unggul akademik sekaligus memiliki kecakapan digital,” kata Mudassir.(TA019)














