Bulog Salurkan Bantuan Pangan 16.385 Ton Beras dan 3,2 Juta Liter Minyak Goreng

bantuan pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menyalurkan 16.385 ton beras dan 3.277.120 liter minyak goreng pada Rabu (18/03/2026), yang merupakan bagian dari Program Bantuan Pangan untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.(Foto: Dok Bulog)

Banda Aceh. RU – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.

Bantuan pangan yang disalurkan tersebut terdiri 16.385 ton beras dan 3.277.120 liter minyak goreng untuk masyarakat di seluruh Aceh

“Penyaluran bantuan pangan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, Rabu (18/03/2026).

Dia menyampaikan penyaluran 16.385 ton berasdan 3.277.120 liter minyak goreng ini akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat penerima bantuan di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Berdasarkan data penyaluran, total penerima bantuan pangan (PBP) di Aceh untuk periode Februari hingga Maret 2026 mencapai 819.280 keluarga, meningkat dibanding alokasi Oktober hingga November 2025 sebanyak 530.682 penerima, atau bertambah 288.598 PBP.

Secara rinci, wilayah dengan jumlah penerima terbesar berada di kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya yang mencapai 188.618 PBP, disusul wilayah Sigli sebanyak 122.891 PBP, serta Langsa 130.323 PBP. 

Sementara Banda Aceh sebanyak 17.854 penerima, dan Aceh Besar 62.118 penerima.

Untuk komoditas beras, total distribusi mencapai 16.385.600 kilogram, dengan alokasi terbesar berada di wilayah Lhokseumawe sebesar 3.772.360 kilogram, disusul Langsa 2.606.460 kilogram, dan Sigli 2.457.820 kilogram.

Sedangkan untuk minyak goreng merek MinyaKita, total penyaluran mencapai 3.277.120 liter.

Wilayah Lhokseumawe kembali menjadi penerima terbesar dengan 754.472 liter, diikuti Langsa 521.292 liter dan Sigli 491.564 liter.

“Melalui program bantuan pangan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Aceh,” ujar Ihsan.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *