Aceh Besar. RU – Menjelang tradisi meugang untuk menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana Pasar Induk Lambaro semakin semarak.
Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, memicu peningkatan aktivitas ekonomi.
Hiruk-pikuk terlihat dari suara tawar-menawar, pergerakan pengunjung di lorong pasar, serta kesibukan pedagang melayani pembeli.
Kondisi ini menjadi pemandangan khas menjelang meugang di Aceh.
Seorang pedagang daging, Muzzani yang akrab disapa Koni, mengatakan lonjakan pembeli sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Menjelang meugang seperti ini memang selalu ramai. Dari pagi sampai siang pembeli terus berdatangan,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Pedagang lain, Darwin, menyebut aktivitas perdagangan meningkat signifikan dibanding hari biasa, meski tetap tertib.
“Ramai sekali, tapi sekarang lebih teratur. Pembeli juga lebih nyaman berbelanja,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi pasar kini lebih rapi dibanding sebelumnya.
Lapak tersusun teratur sehingga arus pengunjung lebih lancar.
Penataan tersebut membuat masyarakat dapat berbelanja dengan lebih leluasa.
Selain itu, pedagang terlihat disiplin menempati area yang ditentukan serta menjaga kebersihan lingkungan.
Situasi ini menciptakan kenyamanan bagi pengunjung.
Tradisi meugang tidak hanya mencerminkan kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum peningkatan ekonomi lokal.
Lonjakan transaksi menjelang hari raya menunjukkan naiknya daya beli masyarakat.
Dengan kondisi yang semakin tertata, Pasar Induk Lambaro menghadirkan suasana belanja yang lebih nyaman dalam menyambut Idul Fitri.(*)














