Nagan Raya. RU – Polres Nagan Raya melakukan pengawasan serta pengecekan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengantisipasi penimbunan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi.
Kegiatan yang dimulai sejak Kamis, 5 Maret 2026 itu dilakukan Unit Opsnal Satreskrim dengan menyasar beberapa SPBU di wilayah Kabupaten Nagan Raya.
Lokasi yang diperiksa antara lain SPBU Paya Undan, SPBU Blang Muko, dan SPBU Suak Puntong.
Petugas melakukan pendataan sekaligus memastikan ketersediaan stok BBM agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Hasil pengecekan di SPBU Paya Undan menunjukkan persediaan Pertalite sebanyak 16.103 liter, Bio Solar 6.696 liter, dan Dexlite 14.361 liter, sedangkan Pertamax tidak tersedia.
Di SPBU Blang Muko, stok yang tercatat meliputi Pertalite 13.900 liter, Pertamax 1.200 liter, Pertamax Turbo 400 liter, Bio Solar 3.000 liter, serta Dexlite 9.400 liter.
Adapun di SPBU Suak Puntong, petugas mendapati ketersediaan Pertalite 32.472 liter, Pertamax 945 liter, Pertamax Turbo 248 liter, Dexlite 5.661 liter, serta Pertamina Dex 3.945 liter, sedangkan Bio Solar nihil.
Kapolres Nagan Raya AKBP Dr Benny Bathara melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal mengatakan pengawasan tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan distribusi berjalan baik serta mencegah praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
“Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Nagan Raya tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, serta mencegah adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (07/03/2026).
Polres Nagan Raya juga akan terus melakukan monitoring secara berkala di setiap SPBU di wilayah hukumnya guna memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah pelanggaran.(*)














