Banda Aceh. RU – Negara Denmark mendukung Transisi energi Bersih di Aceh melalui program kemitraan Indonesia-Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP).
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan Mikkel Kamp Hansen, Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency, dengan tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.
Pertemuan itu merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi pelaksanaan program INDODEPP periode 2023–2026.
INDODEPP merupakan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Denmark yang berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT), efisiensi energi, serta percepatan transisi menuju energi bersih.
Program ini juga mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta poin 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik menyampaikan apresiasi atas kontribusi INDODEPP dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor energi di Aceh.
“Sejak 2023, program ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi teknis maupun perencanaan. Hal ini penting untuk mendorong implementasi EBT yang lebih terarah dan terukur,” ujar Taufik pada Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif melalui pelatihan serta pembelajaran praktik terbaik dari Denmark.
Menurutnya, hal tersebut membantu jajaran Dinas ESDM Aceh dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan terkait pengembangan energi terbarukan.
“Ini sejalan dengan target nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan kemandirian energi,” katanya.
Sementara itu, Mikkel menyampaikan apresiasi kepada Dinas ESDM Aceh yang dinilai sebagai mitra pelaksana yang aktif dan responsif selama program berlangsung.
“Kami melihat Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dukungan dan komitmen Dinas ESDM Aceh sebagai leading sector bidang energi menjadi faktor penting keberhasilan program ini,” ujar Mikkel.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan dampak lebih luas, tidak hanya pada tataran kebijakan, tetapi juga dalam implementasi pemanfaatan energi terbarukan di daerah.(TH05)














