Pemkab Abdya Anggarkan Rp 3,5 Miliar Perbaiki Atap Masjid Agung Baitul Ghafur

Tampak Masjid Agung Baitul Ghafur Aceh Barat Daya. Sabtu 21 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalokasikan anggaran Rp 3,5 miliar untuk memperbaiki atap Masjid Agung Baitul Ghafur di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, pada 2026.

Langkah tersebut diambil setelah ditemukan kerusakan serius pada bagian penutup bangunan, termasuk insiden bongkahan beton yang sempat jatuh dan membahayakan jamaah saat beribadah.

Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Muhammad Rasyid, mengatakan dana bersumber dari DOKA 2026 dan difokuskan pada penguatan struktur.

“Tahun ini, pemerintah daerah akan memperbaiki dan memperkuat struktur atap Masjid Agung dengan anggaran Rp 3,5 miliar berdasarkan hasil investigasi oleh Tenaga Ahli Struktur, Bapak Surya Hermansyah ST MT, yang merupakan Dosen Teknik Sipil di USK,” ujar Rasyid, Sabtu (21/02/2026).

Ia menjelaskan, hasil investigasi mengungkap tiga persoalan utama. Pertama, terjadi kebocoran pada plat dak akibat keretakan balok serta lantai beton.

“Keretakan ini mungkin terjadi karena mutu beton yang tidak memenuhi standar, sebagaimana dibuktikan oleh pengujian hammer test,” katanya.

Kedua, material beton yang pernah terlepas dari plafon diduga berasal dari sisa pengecoran yang tidak dibersihkan secara tuntas selama pekerjaan berlangsung.

“Kondisi ini dapat terjadi jika pengecoran dilakukan secara bertahap tanpa penyelesaian yang menyeluruh,” terangnya.

Ketiga, kerusakan plafon dipicu rembesan air akibat retakan serta kualitas material yang kurang optimal.

“Hal ini mengindikasikan perlunya perbaikan struktural secara komprehensif untuk mengatasi keretakan dan masalah kebocoran,” ungkap Rasyid.

Selain perbaikan utama, pemerintah juga merencanakan peningkatan kemiringan penutup bangunan, pelapisan membran waterproof anti-UV, serta perawatan rutin setelah rehabilitasi rampung.

Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan komitmen pemkab untuk menuntaskan persoalan tersebut sejak awal.

Ia meminta jamaah bersabar dan berharap seluruh fasilitas ibadah ke depan mendapat perhatian lebih baik.

“Ini adalah rumah ibadah yang harus diperhatikan dengan sepenuh hati,” tutup Safaruddin.(T018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *