Meulaboh. RU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat realisasi investasi pada tahun 2025 di daerah itu mencapai Rp764,79 miliar atau turun 53 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai angka Rp1,63 triliun lebih.
“Meski nilai realisasi investasi mengalami penurunan sebesar 53 persen dibandingkan tahun 2024 (yoy), jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) mengalami kenaikan signifikan sebesar 37 persen, dengan total 1.191 laporan yang masuk,” kata Kepala DPMTSP Kabupaten Aceh Barat, Ifan Murdani dikutip Senin (09/02/2026).
Sementara itu, pada tahun 2024 lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat adanya kenaikan angka investasi di daerah tersebut mencapai Rp1,63 triliun lebih dengan jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 1.189 orang.
Sedangkan pada tahun 2023, realisasi investasi di Kabupaten Aceh Barat tercatat mencapai Rp663,4 miliar lebih, dengan jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 1.249 orang.
Ifan Murdani menjelaskan, ada pun distribusi investasi per triwulan di tahun 2025 di Kabupaten Aceh Barat yaitu pada triwulan pertama tercatat sebesar Rp104,2 miliar, kemudian di triwulan kedua sebesar Rp179,4 miliar, triwulan keempat sebesar Rp359,6 miliar (puncak realisasi), serta di triwulan keempat sebesar Rp121,3 miliar.
Dia menyebutkan, sektor pertambangan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Aceh Barat, dengan kontribusi sebesar 47,5 persen dari nilai investasi atau sebesar Rp363 miliar.
Pada urutan kedua ditempati oleh sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan dengan kontribusi sebesar 20,8 persen atau berada di angka Rp158 miliar.
“Sedangkan total perizinan dan nonperizinan yang diterbitkan DPMTSP Kabupaten Aceh Barat sepanjang tahun 2025 mencapai 3.253 dokumen,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, DPMPTSP Aceh Barat juga berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen atau sebesar Rp5,60 miliar.
Melalui capaian ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan, mudah diakses, dan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
“Pada tahun lalu, jumlah serapan tenaga kerja di Kabupaten Aceh Barat tercatat sebanyak 845 orang,” katanya.(TH05)















