Lhoksukon. RU – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 26 November 2025 hingga kini masih menyisakan puluhan ribu warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian.
Berdasarkan data yang diperoleh Minggu (08/02/2026), hingga saat ini tercatat sebanyak 6.886 kepala keluarga (KK) atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Banjir besar yang terjadi di akhir 2025 tersebut merendam 696 gampong di 27 kecamatan di Aceh Utara, dengan total warga terdampak mencapai 124.549 KK atau 433.064 jiwa.
Meski sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing, sekitar 5,5 persen dari total jiwa terdampak masih belum dapat beraktivitas normal akibat kerusakan rumah, genangan yang belum sepenuhnya surut, serta keterbatasan akses kebutuhan dasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan MAP, mengatakan bahwa Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan kondisi paling berat.
“Ditinjau dari jumlah pengungsi, Kecamatan Langkahan merupakan wilayah dengan dampak paling parah,” ujar Fauzan.
Di kecamatan tersebut, banjir berdampak pada 6.158 KK atau 20.528 jiwa, dan hingga kini sebanyak 3.476 KK atau 12.824 jiwa masih mengungsi di 35 titik pengungsian.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan 10.324 KK atau 35.922 jiwa terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, 666 KK atau 2.664 jiwa masih berada di pengungsian.
Sementara itu, di Kecamatan Lapang, dari total 3.026 KK atau 10.950 jiwa terdampak, masih terdapat 1.470 KK atau 5.790 jiwa yang belum dapat kembali ke rumah.
Di Kecamatan Dewantara, tercatat 11.367 KK atau 34.435 jiwa terdampak banjir. Saat ini, 120 KK atau 386 jiwa masih bertahan di tiga titik pengungsian.
Adapun di Kecamatan Sawang, dari 4.527 KK atau 16.513 jiwa terdampak, masih terdapat 609 KK atau 2.155 jiwa yang mengungsi di 13 titik.
Secara keseluruhan, dari 124.549 KK yang terdampak banjir di Aceh Utara, saat ini masih terdapat 6.886 KK yang belum dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.
“Meski persentasenya relatif kecil, pengungsi yang tersisa didominasi oleh wilayah dengan genangan lama dan tingkat kerusakan berat, terutama di Langkahan, Lapang, Sawang, dan Tanah Jambo Aye,” kata Fauzan.(TH05)















