Blangpidie. RU – Para petani melalui Imum Mukim wilayah Kuala Batee mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk segera membangun jaringan Irigasi Sayap Kanan Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh sepanjang 27 kilometer.
“Kondisi di lapangan menunjukkan debit air sangat kurang meski infrastruktur teknisnya bagus. Masalah utamanya adalah jaringan yang belum memadai,” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi Sabtu (07/02/2026).
Data menunjukkan terdapat sekitar 1.307 hektare lahan di Kuala Batee dan 697 hektare di Jeumpa yang terdampak.
Jika pembangunan jaringan irigasi ini terus tertunda, petani khawatir ketidakpastian sumber air akan memaksa mereka meninggalkan sektor pertanian.
Pasokan air yang maksimal diyakini menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas hasil panen di wilayah tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Abdya Safaruddin telah memerintahkan Dinas PUPR untuk bergerak cepat.
Pemerintah Kabupaten kini tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 Provinsi Aceh untuk mencari solusi teknis dan pendanaan.
“Kami segera berkoordinasi dengan pihak Balai untuk menyahuti permohonan petani. Dukungan aliran air dari sayap kanan ini sangat mendesak untuk menopang irigasi kabupaten yang ada saat ini,” tambah Rahwadi.
Pembangunan jaringan sepanjang 27 kilometer tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna mengamankan ribuan hektare lahan sawah di dua kecamatan itu dari risiko kekeringan permanen.(TH05)















