BPS: Harga Barang di Aceh Turun 0,15 Persen pada Januari 2026

Ilustrasi Deflasi
Ilustrasi - BPS mencatat harga sejumlah barang mengalami deflasi selama Januari 2026. (Foto: moralriau.com)

Banda Aceh. RU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Aceh mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0,15 persen pada Januari 2026 berdasarkan perbandingan dengan bulan Desember 2025.

“Pada Januari 2026, BPS mencatat bahwa Aceh mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,15 persen dibandingkan Desember 2025,” kata Plh Kepala BPS Provinsi Aceh Tasdik Ilhamudin dikutip Selasa (03/02/2026).

Ia menyebutkan, untuk kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan tertinggi adalah makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 2,01 persen dan memberikan andil sebesar 0,79 persen terhadap deflasi.

“Terdapat beberapa komoditas yang mempengaruhi deflasi bulanan, yaitu telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng,” ujarnya.

Akan tetapi di sisi lain, kata Tasdik, jika dilihat secara tahunan (y-on-y), pada Januari 2026, Aceh mengalami inflasi sebesar 6,69 persen dibandingkan Januari 2025. 

“Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 6,69 persen. dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, terlihat bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,46 persen

Ia menyebutkan terdapat lima daerah atau kota penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Pada Januari 2026, terjadi inflasi tahunan di seluruh wilayah penghitungan inflasi. Secara tahunan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 8,60 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat sebesar 5,55 persen.

“Kemudian, jika dilihat secara bulanan, daerah yang mengalami inflasi adalah Aceh Tamiang dan Lhokseumawe. Inflasi tertinggi berada di Kota Lhokseumawe yaitu 0,86 persen. Sementara Kota Banda Aceh deflasi terdalam sebesar 0,81 persen,” demikian Tasdik Ilhamudin.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *