Bener Meriah. RU – TNI menuntaskan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, sebagai langkah cepat memulihkan akses transportasi pascabanjir bandang dan tanah longsor.
Kedua jembatan tersebut berada di ruas strategis Bireuen–Bener Meriah–Takengon yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah di Aceh.
Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter menggunakan material Kementerian Pertahanan RI dan dukungan Yonzikon 13/KE serta Yonzikon 14/SWS.
Sebanyak 60 personel Menzikon dikerahkan, dengan progres pembangunan mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026, lebih cepat dari target.
Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 menggunakan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) sepanjang 24 meter dengan material dari Denzipur 3/ATD.
Pengerjaan melibatkan 44 personel Yonzikon dan diselesaikan sesuai jadwal pada 11 Januari 2026.
Seorang warga setempat, Umar, menyampaikan apresiasi atas kerja keras prajurit TNI.
“Sejak jembatan terputus, aktivitas warga sangat terbatas, terutama mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan harian,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (13/01/2026).
Ia menambahkan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antarwilayah.
Dengan selesainya pembangunan, mobilitas masyarakat kembali normal dan perekonomian mulai bergerak.
“Kehadiran TNI bukan hanya memberi rasa aman, tetapi juga solusi nyata. Prajurit bekerja siang dan malam agar jembatan segera digunakan,” kata Umar.
Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung menegaskan peran aktif TNI dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.(*)















