60 Madrasah Terdampak Banjir di Aceh Gelar KBM Secara Bertahap

MIN 05 Pidie Jaya
Lokasi gedung MIN 05 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir bandang. (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyatakan dari 500 madrasah di semua tingkatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh 60 di antaranya harus menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada 5 Januari 2026 secara bertahap.

“Berdasarkan data rekapan kesiapan dari kabupaten/kota terdampak, 440 madrasah sudah siap melaksanakan KBM pada 5 Januari. Sementara 60 lagi harus melaksanakan KBM secara bertahap,” kata Ketua Satgas Tanggap Darurat Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, dikutip Sabtu (03/01/2026).

Menurutnya, pelaksanaan KBM untuk madrasah yang rusak akibat bencana akan diupayakan dengan sistem kedaruratan, dan hanya melaksanakan KBM sesuai ruang kelas yang tersedia.

“Misalnya, jika baru lima kelas yang siap, maka pembelajaran hanya dilaksanakan untuk lima kelas dulu,” ujarnya.

Khairul menyampaikan, untuk sekolah yang hilang, roboh atau tidak bisa digunakan lagi, pihaknya sudah mencari alternatif pembelajaran, seperti pada tenda-tenda darurat, atau relokasi sementara ke tempat tertentu.

Ia mencontohkan, seperti MIN 5 Pidie Jaya di Desa Seunong Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir, siswa akan belajar sementara menggunakan balai pengajian desa setempat atau menggunakan fasilitas yang tersedia di posko pengungsian.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *