Subulussalam. RU – Sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Subulussalam menyatakan komitmen menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika sosial dan politik, Sabtu (21/02/2025) malam.
Mereka juga mendorong penguatan peran generasi muda dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksana harian Ketua Perpas, Abdul Ujung, menegaskan perkembangan politik berdampak luas terhadap kehidupan warga.
Karena itu, kalangan muda diminta tampil sebagai penjaga persatuan.
“Semua elemen masyarakat terdampak oleh dinamika politik ini. Sebagai pemuda, kita harus siap menjaga kondusifitas. Kekhususan Aceh harus kita jaga dengan baik. Jangan sampai ada upaya adu domba. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian,” ujar Abdul.
Ia menyebut pihaknya akan menggelar diskusi bergilir di setiap kecamatan untuk menyerap aspirasi warga.
Forum Group Discussion (FGD) direncanakan menghadirkan DPRK Subulussalam dan pimpinan perusahaan agar persoalan dibahas secara terbuka.
“Kita ingin menghadirkan DPRK dan pimpinan perusahaan dalam satu meja diskusi. Dengan duduk bersama, kita bisa mencari solusi atas persoalan sosial dan politik yang berkembang,” katanya.
Ketua Perpena, RA Jufri Bancin, menyoroti dinamika sosial yang berkaitan dengan keluhan warga terhadap PT Laot Bangko.
Menurut dia, di luar proses politik seperti hak angket DPRK, ruang dialog tetap diperlukan.
Sekretaris Jenderal Rinto Berutu menambahkan pentingnya menjaga toleransi dalam perbedaan pandangan.
Ia mendorong gerakan kolektif untuk meredam ketegangan.
“Perlu gerakan bersama yang menyatakan sikap untuk menjaga kedamaian dan menyatukan kepemudaan, agar persoalan sosial dan politik bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” ucapnya.
Ketua IKAPAS, Muhammad Jhony, menyebut tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks.
Meski demikian, organisasi yang dipimpinnya tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Ketidakkompakan pemuda tidak boleh terjadi. Organisasi kepemudaan harus diaktifkan kembali. Kondusifnya Kota Subulussalam tidak terlepas dari peran pemuda,” tuturnya.
Ketua SAPMA, Mustaqim Hutabarat, menilai kalangan muda perlu berperan sebagai agen perubahan di bidang sosial, politik, dan ekonomi.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha demi pertumbuhan inklusif.
“Pemuda adalah penjaga marwah Kota Subulussalam. Perusahaan harus bisa berkolaborasi dengan pemuda. CSR harus menjadi prioritas agar pemuda dan masyarakat bisa sejahtera dan hidup berdampingan secara harmonis,” ujarnya.
Muda Seudang Toto menyampaikan dinamika demokrasi merupakan hal wajar, namun persatuan tidak boleh terabaikan.
Ia menekankan penguatan implementasi qanun CSR agar manfaatnya dirasakan luas.
Ketua Longkib Iparlop, Anjar Asmara, meminta perwakilan generasi muda dilibatkan dalam penyusunan agenda bersama pihak perusahaan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pemuda Kecamatan P3KR Runding, Dekcik Kombih, memastikan silaturahmi lintas kecamatan terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah.
Para tokoh kepemudaan sepakat persatuan menjadi kunci penyelesaian persoalan.
Mereka mengimbau seluruh generasi muda tetap solid, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan dialog dalam menghadapi berbagai tantangan.(MB017)














