Kualasimpang. RU – Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menghadapi ratusan pendemo yang menyuarakan kritik terkait pasca banjir di halaman kantor bupati, Kamis (12/02/2026), dengan sikap humanis dan penuh kewibawaan.
Dari pantauan rahasiaumum.com, salah satu pengunjuk rasa, Ai, menyoroti kinerja beberapa kepala dinas yang dianggap menghambat program bupati.
“Pak Bupati sudah bekerja luar biasa, tapi sayang, ada oknum SKPK yang ‘loyo’. Kami minta, jika ada kepala dinas yang tidak mampu mendukung visi Bupati dalam menolong rakyat, segera ganti! Jangan biarkan niat tulus Bupati terhambat birokrasi yang lamban,” tegasnya.
Armia menegaskan dirinya juga merasakan penderitaan warga akibat banjir dan terus memperjuangkan nasib masyarakat hingga ke pemerintah pusat.
“Saya ini juga korban banjir. Saya merasakan apa yang Bapak-Ibu rasakan. Karena itu, saya tidak pernah duduk diam. Saya terus ‘bergerilya’ menemui Menteri bahkan Presiden di Pusat demi memastikan nasib warga Aceh Tamiang diperhatikan,” ujarnya.
Bupati mengumumkan tiga langkah krusial: verifikasi ulang status TMK yang merugikan warga, pencairan bantuan rumah langsung ke rekening tanpa potongan, serta penyediaan hampir 1.000 Hunian Sementara (Huntara) dan bantuan modal UMKM terdampak.
“Bantu saya. Jangan mudah terprovokasi isu-isu potongan bantuan. Mari kita bahu-membahu karena saya tidak mau rakyat saya menderita sendirian,” pungkas Armia.
Aksi yang awalnya diprediksi ricuh itu berakhir damai dengan tepuk tangan dan jabat tangan hangat antara warga dan bupati.(S011)















