Warga Sediakan Lahan untuk Bangun MIN 05 yang Hilang Diterjang Banjir

MIN 05 Pidie Jaya
Lokasi MIN 05 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir bandang. [Foto: Kemenag/ Rahasiaumum.com]

Meureudu. RU – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mengatakan, warga membantu mencarikan lahan untuk pembangunan MIN 05 di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang hilang diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.

“Masyarakat Desa Seunong berinisiatif menggalang dana dan mencari lahan untuk pembangunan MIN 5 Pidie Jaya di Desa Seunong,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dikutip Rabu (11/02/2026).

Sebelumnya, MIN 05 Pidie Jaya hilang diterjang banjir bandang pada Rabu dini hari (26/11/2025) lalu, dan hanya tersisa pondasi pagar depan sepanjang lima meter.

Madrasah tersebut awalnya berada sekitar daerah aliran sungai (DAS) Meureudu. Kini, sekolah dasar itu telah berubah seutuhnya menjadi sungai, dan tidak ada lagi tanah tersisa untuk pembangunan kembali.

Azhari menjelaskan, untuk pembangunan kembali madrasah terdampak banjir, Kemenag bisa mengusulkannya melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Tetapi, proses pengusulannya harus melampirkan sertifikat tanah sah, mengingat program SBSN tersebut tidak bisa melakukan pengadaan tanah. Karena sifatnya hanya mendirikan bangunan saja.

Kalau dari Kemenag yang membelikan tanah untuk madrasah, sebenarnya bisa dilakukan, tetapi prosesnya harus menunggu lama atau tidak bisa dalam tahun ini.

“Kalau dari anggaran Kemenag (beli tanah), bukan tidak bisa. Tapi kalau tahun ini langsung dibuka, anggaran itu tidak ada. Tahun depan yang paling cepat,” ujarnya.

Kemudian, jika ada hibah tanah dari masyarakat atau pemerintah daerah, maka lokasinya juga harus berada di kawasan tersebut, mengingat pelajar di sana adalah anak-anak dari desa itu atau sekitarnya.

“Lokasinya harus di desa itu juga, karena anak-anak sekolah nya di sana. Dan mungkin ini juga yang menjadi kendala karena tanahnya harus dicarikan yang terdekat dari lokasi awal,” katanya.

Ia menambahkan, informasi terakhir yang diterima, masyarakat sudah menemukan tanah di lokasi terdekat, tetapi untuk pembeliannya masih dalam proses, jika sudah selesai nanti, maka bisa langsung diusulkan pembangunannya.

“SBSN itu harus ada sertifikat tanah dulu, nanti dilampirkan untuk usulan pembangunannya. Kalau ada tanah, Insya Allah tahun 2027 bisa dibangun dengan SBSN,” demikian Azhari.

Saat ini, pelajar sekolah MIN 05 Pidie Jaya masih melakukan proses pembelajaran secara darurat, di mana mereka meminjam balai pengajian di Desa Seunong menjadi tempat belajar sementara hingga madrasah baru dibangun.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...