Banda Aceh. RU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh dan Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) menggelar kegiatan Sanger Ureung Aceh di Banda Aceh, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan tersebut menyasar lima warung kopi populer melalui rangkaian Tribakti Pangan Aman, meliputi pengujian sederhana bahan pangan, pemantauan sarana pengolahan, serta edukasi langsung kepada pelaku usaha.
BBPOM Aceh juga membuka pojok layanan informasi dan menampilkan produk obat serta makanan ilegal hasil temuan pengawasan.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, petugas menemukan dua sampel pangan yang terindikasi mengandung boraks, yakni kerupuk tempe dan kerupuk kuning.
Sampel tersebut selanjutnya akan diuji konfirmasi di Laboratorium BPOM Aceh.
Penanggung jawab kegiatan, Yanti, mengatakan Sanger Ureung Aceh menjadi upaya mendekatkan pengawasan pangan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha dan konsumen agar semakin peduli terhadap keamanan pangan. Warung kopi sebagai ruang publik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pangan aman,” ujar Yanti.(R015)















