Permukiman Warga Terancam Kebakaran Gambut yang Meluas

Karla Aceh Barat
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla yang terjadi beberapa bulan lalu di Aceh Barat. (Foto: Dok BPBD Aceh Barat)

Meulaboh. RU – Kebakaran lahan gambut di Kabupaten Aceh Barat makin meluas dan api mulai mendekati permukiman warga.

Api menjalar di bawah permukaan tanah gambut hingga ke Gampong Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, dan berpotensi mendekati permukiman penduduk.

Koordinator Pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Ahmadsyah, mengatakan upaya pemadaman telah dilakukan sejak 10 hari terakhir.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air di titik-titik rawan penjalaran api.

“Kendala utama kami adalah minimnya sumber air. Di titik-titik yang harus diputus penjalarannya, tidak tersedia sumber air,” kata Ahmadsyah dikutip Senin (26/01/2026).

Menurutnya, kondisi angin yang saat ini bertiup ke arah laut membuat arah penyebaran api berpotensi mendekati kawasan permukiman.

Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan dan aktivitas warga di sekitar lokasi kebakaran.

Meski demikian, petugas gabungan tetap siaga dan berupaya maksimal melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke lahan lain yang mudah terbakar.

Personel pemadam juga terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Ahmadsyah menyebutkan, hingga kini belum ada prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan, sehingga kondisi tersebut menambah kekhawatiran petugas di lapangan.

Namun, menjalarnya api ke kawasan hutan kota di Gampong Suak Nie, sedikit memudahkan proses penyekatan sebaran api, karena mulai tersedia sumber air.

“Fokus kami mencegah agar api tidak mendekati jalan lintas nasional dan permukiman warga,” pungkasnya.

Saat ini, kawasan permukiman yang berdekatan dengan titik api yakni Gampong Suak Raya, Suak Nie, dan Lapang di Kecamatan Johan Pahlawan, serta satu gampong di Kecamatan Meureubo.

Hingga kini, luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah melebihi 18 hektare, meski petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dengan memotong jalur api.

Terlebih untuk kawasan gambut, api sangat mudah terbakar dan menjalar dari bawah tanah, membutuhkan pendinginan tanah yang cukup lama agar api benar-benar padam.(TH05)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...