Bireuen. RU – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memulai pembangunan jembatan Kutablang, Bireuen, yang rusak parah setelah diterjang banjir besar pada akhir November 2025.
Dody memperkirakan perbaikan jembatan vital itu membutuhkan waktu delapan bulan. “Tapi kami minta kepada pihak kontraktor mempercepat karena ini jalur lintas Sumatera, dan disepakati untuk mengejar target rampung di bulan Agustus 2026,” kata Dody dikutip Kamis (22/01/2026).
Pembangunan jembatan sepanjang 150 meter ini nantinya akan dikontrakkan kepada PT Adhi Karya yang bekerja sama dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh.
Didampingi anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud, Dody juga mengikuti konferensi video untuk memantau progres pembangunan 20 jembatan permanen di berbagai kabupaten dan kota di Aceh yang rusak akibat banjir dan longsor.
Dalam kesempatan mengunjungi Bireuen pada Rabu 21 Januari 2026, Dody meminta jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan infrastruktur yang belum rampung.
Selain Jembatan Kutablang, Kementerian PU juga akan membangun sejumlah jembatan lain di Bireuen, di antaranya Jembatan Teupin Mane Juli dan Jembatan Pante Lhoong.
Namun, Dody menegaskan prioritas utama saat ini adalah jembatan di jalur lintas utama.
“Fokus kita kebut dulu jembatan di jalur lintas. Setelah itu baru menyusul jembatan lain yang rusak akibat banjir dan longsor,” kata Dody.
Dody tiba di lokasi jembatan melalui jalur darat dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.
Setibanya di Kutablang, ia mengikuti prosesi peusijuek yang dipimpin tokoh agama setempat. Ia juga menyantuni anak yatim di sekitar lokasi jembatan.
Usai meninjau Jembatan Kutablang, Menteri PU melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Juli untuk melihat kondisi bendungan karet, jembatan, sungai, jalan, serta rumah warga di Desa Sarah Sirong yang terdampak banjir.
Pemerintah berharap pembangunan jembatan permanen ini dapat segera memulihkan konektivitas utama Aceh dan mencegah terulangnya gangguan lalu lintas akibat bencana di masa mendatang.(TH05)















