Satgas PRR Fokuskan Inspeksi ke Titik Kritis Pascabanjir Aceh

Dampak banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Selasa 20 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Banda Aceh. RU – Pasca terbitnya Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Muhammad Tito Karnavian dijadwalkan melakukan inspeksi lapangan di sepanjang Pantai Utara Aceh, mulai Rabu (21/01/2026).

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengatakan kunjungan tersebut akan mencakup kabupaten dan kota terdampak di pesisir utara, dari Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang.

Inspeksi dilakukan bersama Kepala Staf Umum TNI dan Kepala BNPB selaku Wakil Ketua Satgas.

“21 Januari 2026 Kasatgas PRR didampingi Kasum TNI dan Kepala BNPB selaku Wakasatgas tiba di Aceh dan untuk beberapa hari ke depan akan melakukan inspeksi secara langsung,” kata Safrizal.

Menurut Safrizal, peninjauan lapangan bertujuan memastikan pemulihan berjalan serius, terukur, dan sesuai target percepatan.

Langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah pusat sekaligus memperkuat keterpaduan kerja lintas kementerian dan lembaga.

Inspeksi difokuskan pada titik-titik krusial yang memerlukan penanganan segera untuk menormalkan kehidupan warga, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, keagamaan, ekonomi, dan infrastruktur.

Di Pidie Jaya, Satgas akan meninjau SMAN 2 Meureudu dan Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang masih tertimbun lumpur hingga atap bangunan, serta sawah di Gampong Beuringen seluas sekitar 32,9 hektare dengan kerusakan berat dan endapan mencapai dua meter.

Di Kabupaten Bireuen, perhatian diarahkan ke Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, termasuk permukiman rusak parah dan kondisi SDN 5 Kubu yang masih tergenang lumpur.

Sementara di Aceh Utara, lokasi terdampak berat meliputi Dusun Tanah Merah, Bidari, dan Seuleumak, dengan rumah hancur, kayu berserakan, serta akses jalan belum pulih.

Untuk wilayah Aceh Timur, Satgas akan meninjau Masjid Jabal Nur yang hilang tersapu banjir serta SDN Sarahgala yang masih terisolasi.

Di Aceh Tamiang, penanganan difokuskan pada Dusun Danai Batang Ara dan Desa Sunting Kampung Tanjung, yang distribusi bantuan logistiknya belum merata.

“Sebagai wilayah paling terdampak, maka penanganan di Aceh berkejaran dengan waktu yang semakin sempit menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Setelah dari pesisir utara Aceh, Kasatgas PRR juga akan langsung turun lapangan ke Sumut dan Sumbar,” ujar Safrizal.(S011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *