Bireuen. RU – Banjir bandang yang melanda Aceh pada 26 November 2025 lalu merusak infrastruktur vital di Kabupaten Bireuen, termasuk jembatan penghubung antar desa di Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli.
Putusnya akses tersebut membuat aktivitas warga lumpuh total.
Selama beberapa hari pascabencana, distribusi hasil pertanian terhambat, kegiatan perdagangan tersendat, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan harus ditempuh melalui jalur memutar yang berisiko.
Kondisi itu mulai teratasi setelah Kodim 0111/Bireuen bersama pasukan Bawah Kendali Operasi Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo membangun jembatan ARMCO sebagai penghubung sementara yang krusial bagi masyarakat.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong melibatkan Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta partisipasi aktif warga desa, mulai dari pengangkutan material hingga perapihan akses jalan.
Komandan Kodim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi mengatakan, pengerjaan jembatan berlangsung selama 10 hari, sejak 9 hingga 19 Januari 2026.
“Kita patut bersyukur. Berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh unsur, baik dari Kodim 0111/Bireuen khususnya Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta peran aktif keuchik dan perangkat desa, jembatan ARMCO ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Luthfi, jembatan tersebut menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana sekaligus bukti kuatnya sinergi TNI dan rakyat dalam situasi darurat.
“Saya berharap jembatan ini dapat dirawat dengan baik oleh warga, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dan benar-benar menjadi penopang utama aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat,” tambahnya.
Keuchik Desa Juli Tambo Tanjong menyampaikan apresiasi atas peran TNI dalam memulihkan akses desa.
“Kami sangat terbantu. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga kembali normal, anak-anak bisa sekolah dengan lancar, dan perekonomian desa mulai bangkit,” katanya.(TA019)















